Dan Hanya Orang Yang Benar-Benar Memiliki Hatilah Yang Mengerti Bagaimana Cara Menjaga Hati



Melupakan masa lalu bukanlah hal yang mudah, terlebih dibagian yang paling menyakitkan. Melangkah pun terasa sulit tapi ketika tidak ada pilihan, kaki tetaplah harus melangkah. Ada yang bilang, orang yang menyakiti akan tersakiti pada waktunya. Tapi bukankah itu terlalu buruk mengharapkan karma seseorang yang menyakitimu?

Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan, apakah menyakiti seseorang juga memiliki alasan. Dan apakah itu bisa dibenarkah? Dan jika alasan itu jadi pembenaran, bagaimana dengan hati yang sudah terlanjur tersakiti? Bisakah hati yang hancur itu kembali utuh dengan sebuah alasan?

Menyakiti dan tersakiti tetaplah memberi hal yang sulit. Sulit menyadari jika pada akhirnya kamu akan menyakiti seseorang yang bahkan dengan tulus memberi hatinya untukmu. Dan sulit menerima jika ternyata seseorang yang begitu  kamu cintai pada akhirnya adalah orang yang begitu meyakitimu. Lalu siapa yang lebih menyakitkan dalam kisah ini?

Hati adalah bagian yang begitu rapuh. Ia tak pernah tahu kapan ia akan hancur, dan ketika dia telah hancur sulit untuk membuatnya kembali utuh. Dan hanya orang yang benar-benar memiliki hatilah yang mengerti bagaimana cara menjaga hati. Bukan tentang memberi harapan lalu pergi, tetapi tentang kata tanpa janji namun selalu setia dihati.

Pada akhirnya hati yang hancur hanya bisa kembali utuh oleh sang pemilik hati.




Dan Hanya Orang Yang Benar-Benar Memiliki Hatilah Yang Mengerti Bagaimana Cara Menjaga Hati Dan Hanya Orang Yang Benar-Benar Memiliki Hatilah Yang Mengerti Bagaimana Cara Menjaga Hati Reviewed by slazhpardede on June 27, 2016 Rating: 5