Hanya Karena Pernah Patah Hati, Bukan Berarti Aku Menyerah Untuk Hati


Menjalani hidup setelah patah hati itu bagaikan mendengar alunan nada sendu, berirama dengan perlahan namun tetap terdengar indah. Akan tetapi sang lirik membuat hati semakin lirih. Kata per kata seakan perlahan menyayat hati, alunan nada itu tak lagi indah.

Waktu seakan berjalan perlahan, melangkah namun terkadang berhenti dipertengahan. Suara-suara dimasa lalu seakan memanggil lirih. Ingin kembali, namun terlalu menyakitkan. Ingin melangkah namun hati seakan menyerah. Lalu apa aku harus berhenti?


Mencintai bukan hal yang mudah, karena mencintaimu membuatku mengerti banyak hal, termasuk tentang ego. Jika cinta mampu mengalahkan ego sendiri, kenapa cinta masih tetap menyakitkan? Memaafkanmu bukan hal yang sulit, namun memaafkan diriku sendiri adalah bagian tersulit. Aku menyesal pernah mencintaimu, aku menyesal pernah belajar menerima setiap kekuranganmu.

Maafkan aku jika cintaku membuatmu angkuh, aku lengah hingga membiarkan hatiku dengan mudahnya kau sakiti. Tapi terima kasih karena membuatku sadar bahwa hatimu bukanlah tempat yang layak untuk cinta. Karena cinta bukanlah sebuah permainan, yang kapan saja bisa kau tinggalkan.

Aku menyerah bukan untuk cinta, tapi untuk luka yang kau beri. Cintaku tetaplah milikku dan akan ku berikan pada hati yang layak untuk diberi. Dan kelak kau akan menyadari bahwa cinta yang sesungguhnya kau cari telah kau tinggalkan dan tak akan mungkin bisa kau raih kembali.




Kisah yang menyakitkan ini akan ku kubur dalam bersama kenangan tentangmu. Tak akan ku biarkan luka ini menyakitiku selamanya. Hatiku berhak bahagia meski tanpamu. Hanya karena pernah patah hati, bukan berarti aku menyerah untuk hati. Semuanya akan baik-baik saja, tidak ada yang abadi bahkan untuk rasa sakit ini. Semua akan berlalu, dan aku memilih untuk melangkah. Karena hidupku terlalu berharga untuk mencintai seorang pecundang sejati.

Hanya Karena Pernah Patah Hati, Bukan Berarti Aku Menyerah Untuk Hati Hanya Karena Pernah Patah Hati, Bukan Berarti Aku Menyerah Untuk Hati Reviewed by slazhpardede on June 22, 2016 Rating: 5