Jika Kelak Kau Kembali, Semoga Hati Ini Sudah Pulih


Sebelum cerita ini berubah jadi melodrama, kita pernah bahagia bersama. Hadirmu pernah jadi satu-satunya alasan untukku bisa tersenyum. Dan sekarang kehilanganmu adalah alasan mengapa air mata ini tak kunjung menepi. Aku masih merindukamu, meski yang tersisa hanyalah luka tapi rasa tetaplah rasa. Terkadang cinta lebih kuat dari luka itu sendiri.

Jika waktu bisa diputar, aku lebih memilih untuk tidak mengenalmu. Jika aku tahu cinta ini hanyalah senyum dalam luka, aku memilih melepasmu. Jika aku tahu cinta akan berakhir seperti ini, aku memilih untuk pergi. Aku menyerah, hadirmu memberi cahaya namun pergimu perlahan meredupkan cahaya itu. 

Beri aku alasan untuk membencimu, agar hati ini segera kembali utuh. Bahkan luka yang kau beri tak mampu membendung rasa ini. Aku menyesal memberi sepenuhnya hati untuk mencintaimu. Jika saja logikaku mampu mengalahkanmu saat itu, mungkin lukaku tak akan sedalam ini.

Terkadang hati ingin memanggilmu kembali, namun satu hal yang ku sadari bahwa sesuatu yang telah pergi tak akan pernah sama lagi. Bagaimana cinta itu bisa kembali jika egomu saja memilih pergi. Bagaimana hadirmu bisa ku harapkan, jika hatimu pun sekejih ini. 

Cinta tak pernah sesakit ini, namun hati akan selalu memilih. Tinggal atau pergi, cinta akan menemukan jalannya sendiri. Bukan tentang bahagia yang kau ciptakan, tapi tentang luka yang kau tinggalkan. Jika kelak kau kembali, semoga hati ini sudah pulih. Jika kelak sang waktu mempertemukan kita, aku berharap bahagia sedang berpihak padaku.
 




Jika Kelak Kau Kembali, Semoga Hati Ini Sudah Pulih Jika Kelak Kau Kembali, Semoga Hati Ini Sudah Pulih Reviewed by slazhpardede on June 22, 2016 Rating: 5