Karena KECEWA Itu Memberi Luka Yang Abadi



                Kepercayaan itu bukanlah sebuah mainan, yang kapan saja bisa kau mainkan tanpa perduli betapa itu sesuatu yang mahal. Kepercayaan itu bukan pula sebuah ilusi, yang hanya ada dalam pikiran dan tidak akan pernah menjadi nyata. Tidak! Kepercayaan itu mahal dan sangatlah nyata. Kepercayaan itu tidak bisa dibeli dengan uang dan tidak bisa digantikan dengan apapun. Karena sekali saja dia hancur, tidak akan pernah bisa utuh kembali.

                Saat kepercayaan itu diberi dengan ketulusan, haruskah berbalas dengan pengkhianatan dan kebohongan? Manusia munafiklah yang mampu melakukan itu. Dengan mudah merangkai kata, membangun kepercayaan tanpa berpikir seberapa kokoh dia membangunnya. Sekali saja, hanya sekali semuanya akan hancur dan tersisa rasa kecewa. Harus kau ketahui bahwa rasa kecewa melebihi amarah yang tidak akan bisa sembuh hanya dengan kata maaf. Kecewa itu adalah satu perasaan yang tercipta dari kepercayaan yang kau hancurkan bergitu saja.

                Mudah mengatakan tapi tidaklah mudah merasakan, rasa kecewa bahkan bisa abadi dalam hati. Sebesar apa pun penyesalan yang ada, sebanyak apapun kata maaf yang terucap, kecewa akan tetap jadi rasa yang utuh didalam hati. Dan dapat dipastikan, tidaklah mudah untuk membangun kepercayaan itu kembali.

                Butuh waktu yang lama memulihkan rasa kecewa, karena rasa itu akan selalu memberi luka yang abadi. Dan kau tahu, rasa kecewa yang kau ciptakan juga akan menjadi tolak ukur untuk mempercayai orang lain, bahkan orang yang sama sekali tidak bersalah atas rasa itu. Semua akan terasa sama, semua seolah-olah menawarkan rasa yang sama. Bayangan kecewa itu akan selalu datang menghantui setiap kali kau mencoba untuk percaya.


Karena KECEWA Itu Memberi Luka Yang Abadi Karena KECEWA Itu Memberi Luka Yang Abadi Reviewed by slazhpardede on June 02, 2016 Rating: 5