Ketika Hati Sudah Bertemu Dengan Luka, Masihkah Harus Bertanya Tentang Artinya Cinta?



Sebelum melangkah, ada baiknya berpikir arah mana yang akan dituju. Karena berjalan tanpa arah hanya akan sia-sia. Hati pun demikian, tidak ada cukup banyak ruang dalam hati. Jadi sebelum melangkah ke satu hati, pastikan hati itu akan tetap terisi. Karena berbalik dan meninggalkan kekosongan hanya akan menciptakan luka.

Datanglah hanya jika kamu benar-benar ingin datang, bukan karena kamu tidak punya pilihan. Karena hati bukan tempat persinggahan yang kapan saja bisa kamu datangi. Hati adalah rumah tinggal bagi seseorang yang siap menetap dan tak akan pernah beranjak pergi.

Kata dengan mudahnya membuat hati berbunga, namun kamu lupa bahwa setiap kata yang terucap akan terekam jelas diingatan. Kata yang bahkan kamu lupakan, menjadi harapan yang indah. Dan tanpa sadar, semua hanyalah sekedar kata tanpa makna. Hatimu terlalu berani bermain dengan satu hati yang hanya mengenal cinta. Hati yang bahkan tak pernah tahu bahwa ia akan perlahan-lahan terluka.

Dan ketika hati sudah bertemu dengan luka, masihkah harus bertanya tentang artinya cinta? Bukankah hati datang atas nama cinta, dan pergi atas nama cinta? Lalu adakah ketulusan itu suatu kesalahan? Jangan bertanya tentang hatiku, tanyalah hatimu apakah cukup pantas untuk dicintai?

Ketika hati kembali hampa, untuk waktu yang cukup lama akan menyerah untuk sebuah rasa. Dan tentang cinta, biarlah hati kembali memilih, cinta ataukah luka.




Ketika Hati Sudah Bertemu Dengan Luka, Masihkah Harus Bertanya Tentang Artinya Cinta? Ketika Hati Sudah Bertemu Dengan Luka, Masihkah Harus Bertanya Tentang Artinya Cinta? Reviewed by slazhpardede on June 28, 2016 Rating: 5