Ketika Menjauh Membuatmu Bahagia, Jangan Pernah Mendekat Untuk Alasan Apapun



Hati ini ternyata lebih memilih rasa sakit karena hadirmu daripada pergimu. Apakah cinta sebodoh itu hingga luka pun harus diterima dengan lapang dada. Apakah cinta selucu itu, hingga kau bisa datang dan pergi sesuka hatimu. Dan bodohnya, hati mengalah untuk sebuah cinta yang bahkan sama sekali tidak menghargai arti cinta itu sendiri.

Lalu, cinta seperti apa ini? Bertahan dibalik rasa cinta yang semu. Hanya dianggap ada disaat butuh. Lalu pergi ketika diluar sana menawarkan kesenangan semata, dan pasti kembali, kembali untuk sesaat. Inikah cinta? Lalu bahagia itu dimana?

Ketika duka kau bagi denganku, menangis  bersama pun aku mau. Tapi sukamu tak pernah bersamaku. Kau bisa tertawa bersama mereka, dan kembali padaku dengan air mata. Dan bodohnya, lagi-lagi hati mengalah untuk sebuah alasan yang bernamakan cinta.

Mungkin benar, cinta ini bukan tentang kita, cinta ini hanya tentang aku. Tidak ada kita didalamnya, karena yang berperan hanyalah hatiku. Aku mungkin bertahan, tapi pada akhirnya hati pun akan lelah dengan keadaan. Lelah dengan cinta yang sebenarnya tak pernah ada. 


Ketika menjauh membuatmu bahagia, jangan pernah mendekat untuk alasan apapun. Pergilah dan jangan pernah kembali lagi. Bahkan jika hanya aku satu-satunya orang yang bisa menghapus air matamu, jangan pernah datang lagi. Air mata lah yang selalu menjadi alasanku untuk tidak pernah melepasmu, namu saat ini air mata itu pula yang akan menguatkanku untuk meninggalkanmu.

Pergilah, bawa serta air mata itu, agar aku tak memiliki sedikit pun sisa kenangan bersamamu. Hatiku bukan tempat sampah dukamu, carilah hati yang mungkin bisa kau bodohi. Tapi kebodohanku, cukup sampai disini. 




Ketika Menjauh Membuatmu Bahagia, Jangan Pernah Mendekat Untuk Alasan Apapun Ketika Menjauh Membuatmu Bahagia, Jangan Pernah Mendekat Untuk Alasan Apapun Reviewed by slazhpardede on June 23, 2016 Rating: 5