Rasa Yang Terabaikan

Rasa Yang Terabaikan


Mengapa begitu sulit tuk memasuki ruang dihatimu..
Selalu aku coba untuk mengetuk pintu hatimu..
Namun engkau masih tetap enggan tuk membukanya..
Masihkah serpihan masa lalumu itu yang menghantui..
Hingga aku yang harus tersiksa dengan perasaan ini..
Adakah sedikit saja kau merasakan apa yang kini aku rasakan..

Adakah aku hanya pelarian rasa kecewamu..
Atau bahkan rasa kesepianmu..
Yang hanya datang disaat kau butuh..
Tanpa peduli perasaanku..

Setiap kali aku merindu,, kau tak pernah tahu..
Setiap kali aku ingin bertemu,, kau seolah tak mau tahu..

Mengapa kau hukum aku seperti ini..
Salahkah bila aku menyayangimu..
Kalau memang salah,, mengapa kau timbulkan rasa ini..
Kalau memang salah,, mengapa kau memberi harapan ini..
Kalau memang salah,, mengapa aku masih saja tak bisa melupakan dirimu..

Senyumanmu..
Tawamu..
Tingkah konyolmu..
Masih saja membayangiku..
Pelukan hangatmu..
Belaian manjamu..
Bahkan ciumanmu..
Masih saja aku rasakan..

Tapi sekarang semuanya seakan menghilang..
Perlahan..
Membuatku tak kuasa untuk bertahan..
Ingin rasanya aku berlari tapi aku tak sanggup..
Aku tak bisa menjauh atau bahkan mendekat..

Sampai kapan..
Sampai kapan kau mengabaikan perasaanku..
Sampai kapan aku harus menangis untukmu..

Sampai kapan pun rasa ini akan tetap ada dihatiku..
Karena aku telah memilihmu untuk cintaku..
Walau kau tetap acuh..
Walau kau tak mau tahu..


Rasa Yang Terabaikan Rasa Yang Terabaikan Reviewed by slazhpardede on June 21, 2016 Rating: 5