Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta, Udah Lupa Gimana Dulu Susahnya Move On?


Namanya juga cinta, kalau gak ke pelaminan ya putus. Kalau gak putus-putus tapi gak ke pelaminan juga itu sih namanya bukan cinta tapi pembodohan. Ngomong-ngomong soal putus cinta, berapa lama kamu bisa move on setelah putus? Seminggu? Sebulan? Atau bahkan setahun?

Setiap orang mungkin berbeda-beda ya, tergantung alur ceritanya dan juga kepribadiannya. Tapi terlepas dari bagaimana hubungan itu berakhir, kalau sudah putus ya sudah, gak ada pilihan lain selain move on. Apa mau merana terus meratapi mantan? Ouh TIDAK !



Memang sih, move on itu gak semudah yang dibayangkan. Karena yang bersangkutan dengan perasaan agak susah mengendalikannya. Tapi gak move on-move on juga bahaya loh, selain bisa bikin sakit jiwa juga bisa bikin kita jadi jomblo seumur hidup, mau? Jadi, kalau sudah putus dengan doi ya sudah lupakan saja. Meskipun gak sepenuhnya bisa lupa, tapi paling gak jangan menyiksa diri dengan mengingat-ingat kenangan lama.

Anggap saja putus cinta itu seperti mata pensil yang patah saat kamu lagi asyik menggambar. Mana bisa kamu sambung lagi? Kalau masih mau lanjut menggambar pilihannya Cuma ada 2, pensil di raut biar bisa runcing lagi atau dibuang beli pensil baru. Tapi kalau kamu gak mau lanjut menggambar, ya sudah biarkan saja pensilnya patah begitu. Ketika nanti kamu butuh pensil lagi, tetap saja kembali ke 2 pilihan tadi, diraut lagi atau beli yang baru.
Artinya, menggambar diumpamakan menikmati hidup dan pensil adalah hatimu. Pada saat kamu lagi asyik menikmati hidup termasuk hubungan cintamu, akhirnya hubungan tersebut putus. Yakin bisa balikan lagi? Kalau kamu masih mau menikmati hidup hanya ada 2 pilhan. Yang pertama diumpakan meraut pensil artinya hatimu harus diperbaiki lagi dan mulai menata hati kembali. Yang kedua beli pensil yang baru, artinya buang dan lupakan semua tentang mantan dan buka hati kembali untuk cinta yang baru. Tapi kalau kamu memilih untuk tidak menikmati hidup, artinya kamu cukup menikmati hatimu yang patah, meratap dan menangislah terus menerus sampai kamu benar-benar lelah. Saat kamu merasa lelah, pada akhirnya kamu juga akan kembali ke pilihan yang tadi.

Intinya memang tidak ada pilihan lain selain move on bukan? Kalau toh ujungnya kamu harus move on, kenapa harus memilih meratap dan menangis terlalu lama?

Well, katakan saja pada akhirnya kamu sudah move on. Kamu sudah bisa menikmati hidup tanpa harus menangisi mantan lagi. Lalu kamu berada dalam situasi dimana ada seseorang yang sedang memperhatikanmu, kamu senang? Ya sudah pasti, gak ada orang yang menolak perhatian. Sekalipun kita tidak suka tetap saja kita senang diperhatikan. Tapi ingat, jangan buru-buru jatuh cinta hanya karena perhatian semata. Apa kamu lupa gimana dulu susahnya move on?

Belajarlah dari pengalaman, pastikan dulu dia benar-benar tulus memperhatikanmu. Karena terkadang tulus dan modus itu beda tipis. Apa kamu mau mengulang kesalahan yang sama? Dan lagi, perhatian terkadang disalah artikan. Orang yang perhatian padamu belum tentu mencintaimu. Jangan mudah ge-er apalagi baper. Kasihan kalau sampai patah hati lagi padahal belum sempat ada hubungan apa-apa.

Jadi, sebelum kamu yakin kamu jatuh cinta, cek ulang kembali siapa dia. Pantaskah untuk dicintai? Tuluskah mencintai? Karena rasa yang terkadang kita anggap cinta hanyalah kekaguman semata.

Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta, Udah Lupa Gimana Dulu Susahnya Move On? Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta, Udah Lupa Gimana Dulu Susahnya Move On? Reviewed by slazhpardede on July 28, 2016 Rating: 5