Ketika Masalah Adalah Sahabat, Lalu Haruskah Aku Menyerah?

Menjalani hidup dengan segelumit masalah bukanlah hal yang mudah, saat keadaan menawarkan untuk menyerah hidup tetap berharap untuk berjuang. Saat kaki lelah melangkah, tak ada pilihan lain kecuali terus berjalan.






Hidup adalah masalah, tanpa masalah hidup tidak akan pernah lengkap, masalah berakhir hanya jika hidup juga berakhir, namun bukan berarti menyelesaikan masalah dengan mengakhiri hidup. Menyelesaikan masalah hanya dengan menghadapinya bukan menghindarinya, karena ketika dihindari masalah hanya akan semakin rumit dan bahkan menimbulkan masalah baru.

Ketika semua hal terasa begitu melelahkan, rasanya ingin benar-benar mengakhiri semuanya. Ketika tak seorang pun memahami lelahku, sungguh aku ingin mengakhiri semuanya. Aku benar-benar lelah.

Terkadang aku lupa, masalah itu bukanlah musuh. Masalah itu adalah sahabat terbaik, sahabat yang mengajarkan banyak hal, sahabat yang menawarkan banyak rasa. Dia tidak mengerti seberapa sulit kamu menghadapinya, dia hanya mengerti bahwa kamu mampu menghadapinya.

Masalah memberi banyak kekuatan, dibalik keputusasaan dia terkadang memberi harapan. Dibalik kelemahan, dia selalu menawarkan kekuatan, dan masalah benar-benar sahabat terbaik karena dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Dia akan selalu datang dan datang.

Dan ketika masalah adalah sahabat, lalu kenapa kita harus membencinya. Bersahabatlah dengannya, agar semua menjadi lebih mudah. 


Ketika Masalah Adalah Sahabat, Lalu Haruskah Aku Menyerah? Ketika Masalah Adalah Sahabat, Lalu Haruskah Aku Menyerah? Reviewed by slazhpardede on July 11, 2016 Rating: 5