Meski Masih Merindukanmu, Aku Memilih Untuk Tak Kembali

Hanya sebuah rasa yang sudah tertinggal jauh dimasa lalu. Hanya sebuah luka yang perlahan sudah mulai pulih kembali. Hanya sebuah cinta yang memang bukan ditakdirkan untukku. Hanya sebuah rindu yang tidak akan pernah terobati, hanya itu.




Tidak ada yang benar-benar mampu melupakan. Meski tanpa rasa yang sama, ingatan akan tetap abadi. Hati hanya melupakan rasa, tetapi ingatan tak pernah melupakan kenangan. Aku merindukanmu, tidak! Mungkin aku hanya merindukan kenangan itu. Aku membencimu, tidak! Yang ku benci hanya sisi burukmu. Aku masih mencintaimu, tidak! Aku hanya sekedar mengingatmu, mengingat seseorang yang pernah ada dalam hidupku.

Terluka mengajarkanku bahwa cinta bukanlah hal yang istimewa jika hanya menawarkan bahagia. Cinta itu sempurna ketika ia juga mampu memberi luka. Dan bahagia itu sendiri adalah ketika cinta juga mampu mengobati luka. Ada cinta yang melukai maka akan ada cinta yang mengobati. Cinta tidak pernah sia-sia, meski memberi luka cinta tetaplah berharga. Ketika hati benar-benar tulus mencintai maka ia juga akan dengan tulus melepaskan.

Meski masih merindukanmu, aku memilih untuk tak kembali. Aku memilih untuk melindungi hati yang sudah hampir pulih. Aku memilih untuk tetap disini. Karena cinta yang telah pergi tidak akan pernah sama saat ia kembali. Tak ingin terjebak di masa lalu, aku tidak akan pernah kembali.


Meski Masih Merindukanmu, Aku Memilih Untuk Tak Kembali Meski Masih Merindukanmu, Aku Memilih Untuk Tak Kembali Reviewed by slazhpardede on July 11, 2016 Rating: 5