Waktu Pacaran Aja Gak Bahagia, Yakin Mau Lanjut Menikah?



Cewek memang makhluk yang benar-benar perasa, bahkan logika sering kali terkubur dalam. Dimana hati lebih mendominasi dari pada otak. Seharusnya ada keseimbangan diantara keduanya, baik hati maupun otak. Jadi ketika tersakiti tidak akan ada sakit hati yang terlalu dalam.

Cinta itu memang buta, bahkan sangat buta. Ketika jatuh cinta memang semua hal tentangnya adalah baik menurutmu. Namun jika sebenarnya memang tidak baik, masihkan kamu melihatnya baik? Hanya karena kamu mencintainya, bukan berarti kamu menerima semua hal buruk darinya, itu bukanlah cinta.

Ketika cinta menjadi alasan untuk bertahan dalam hubungan yang buruk, kamu adalah cewek yang paling bodoh. Cinta memang terkadang butuh pengorbanan, tetapi tidak dengan menyakiti diri sendiri. Bijaklah dan gunakan logikamu. Cinta hakikatnya adalah membahagiakan. Jika bahagianya adalah sakitmu, maka lepaskan dan carilah bahagiamu sendiri.

Pacaran memang hubungan awal untuk sebuah pernikahan, namun terkadang pacar tidak selamanya akan menjadi pasangan hidupmu. Pacaran berbedan dengan pernikahan, karena tanggung jawab pacar tidaklah sebesar tanggung jawab suami. Hanya karena kamu dan dia sudah berpacaran sekian lama, bukan berarti kamu harus menikah dengannya. Hubungan yang lama tak menjamin berakhir bahagia. Sebelum kamu benar-benar memutuskan, cobalah untuk bernostalgia kembali. Apakah selama pacaran dia sudah menjadi pacar yang baik? Apakah selama pacaran kamu sudah bahagia?

Jika saat pacaran saja dia menunjukkan sikap yang buruk, bagaimana mungkin dia bisa jadi suami atau ayah yang baik? Berpikirlah jernih, pernikahan adalah hubungan seumur hidup. Jika selama pacaran kamu lebih sering menangis daripada tertawa, masihkah kamu ingin menikah dengannya? Apakah kamu mau menangis seumur hidupmu?




Kesalahan terbesar cewek adalah ketika dia berharap pacarnya akan berubah. Ingatlah, seseorang bisa benar-benar berubah hanya ketika dia sudah menyadari kesalahannya. Jika dia berubah karena kamu, maka tidak perlu waktu lama, dia akan kembali seperti semula. Jadi berhenti berharap sebuah perubahan tanpa kesadaran. Jangan pernah ragu untuk melepaskan sesuatu yang menyakitimu. Cinta bukanlah penderitaan. Dan kamu punya hak untuk bahagia. 

Seseorang yang layak kamu jadikan pasangan hidupmu adalah dia yang berjuang untuk selalu bahagia bersamamu. Dia yang menjadikan kamu satu-satunya alasan untuk terus melangkah. Dia yang dengan yakin ingin menata masa depan bersama denganmu.

Sebelum menikah, jadikan pacaran menjadi waktu untuk menilai apakah dia layak menjadi bagian dari masa depanmu. Kamu bisa menilai dari bagaimana dia memperlakukanmu, bagaimana dia menghargai sebuah hubungan, dan bagaimana dia menghargai hidupnya. Karena menikah bukan hanya tentang cinta saja tapi tentang sebuah komitmen.



Jadilah cewek yang bijak, yang mencintai dengan hati tetapi bertindak dengan otak. Melangkahlah ketika dia memang layak untukmu, dan lepaskan ketika dia bukanlah bahagiamu. Bertahan dengan cinta yang menyakitkan bukanlah pengorbanan, tetapi kebodohan.





Waktu Pacaran Aja Gak Bahagia, Yakin Mau Lanjut Menikah? Waktu Pacaran Aja Gak Bahagia, Yakin Mau Lanjut Menikah? Reviewed by slazhpardede on July 08, 2016 Rating: 5