Jika Kesendirianku Terlalu Nyaman, Ingatkan Aku Untuk Menikah


Tidak ada yang salah dengan cinta, takdir cinta memang untuk bahagia tetapi cinta tidak sempurna jika tanpa air mata. Namun jika cinta yang ditawarkan hanyalah tentang air mata, masihkah aku harus menerimanya? Aku pun ingin bahagia, dengan atau tanpa cinta aku tetap ingin bahagia.



Luka dimasa lalu tak serta merta bisa dilupakan, meski pernah bahagia tetapi luka itu terlalu dalam hingga yang tertinggal di ingatan hanyalah luka. Terlalu mudah bagi mereka berkata "Lupakan saja!", namun nyatanya sulit bagiku untuk melupakannya.

Bukan tentang luka yang belum pulih, tetapi tentang hati yang rapuh dan akan segera hancur jika harus terluka lagi. Bukan tentang ego yang membenarkan bahwa mereka semua sama saja, tetapi tentang hati yang kali ini sangat ingin memilih seseorang yang mampu menguatkan hati yang rapuh ini. Ini hanya tentang hati, yang tidak akan dengan mudahnya berharap.

Bukan aku tak ingin jatuh cinta lagi, aku hanya sedang nyaman dengan kesendirianku. Entahlah, menikmati sepi terkadang membuatku lebih tenang. Bergelut dengan cinta bukan hal yang aku inginkan saat ini. Terlalu munafik jika aku katakan bahwa aku tak butuh cinta, tentu saja aku membutuhkannya. Hanya saja tidak untuk saat ini. Biarkan saja aku mencintai diriku sendiri untuk saat ini. Agar kelak ketika aku jatuh cinta, jiwaku tidak merasa diabaikan.

Jika kesendirianku terlalu nyaman, ingatkan aku untuk menikah. Agar aku tidak terlena dengan indahnya duniaku, dunia yang kuciptakan sendiri. Ingatkan aku untuk hidup berbagi, berbagi kebahagiaan yang ku miliki saat ini. Ingatkan aku bahwa ada seseorang disana yang sedang menantiku. Seseorang yang meskipun memberi air mata tapi segera menghapusnya dengan kebahagiaan. Seseorang yang mampu membuatku lupa bahwa aku pernah terluka.

Jika Kesendirianku Terlalu Nyaman, Ingatkan Aku Untuk Menikah Jika Kesendirianku Terlalu Nyaman, Ingatkan Aku Untuk Menikah Reviewed by slazhpardede on August 04, 2016 Rating: 5