Jika Membencimu Hanya Menambah Luka, Maka Aku Memilih Untuk Memaafkanmu


Hidup terkadang tak selalu tentang bahagia, akan ada saat dimana kamu harus menangis karena kecewa. Akan ada saatnya pula kamu harus terpuruk dan bangkit kembali. Hidup itu sempurna, karena ia tak hanya menghadirkan suka tetapi juga duka. Bukan hanya tentang bagaimana kamu hidup bahagia, tetapi juga tentang bagaimana kamu tetap bahagia meskipun harus terluka.



Cinta adalah hal yang paling mampu menyakitimu. Mencintai pun dicintai akan tetap memberi luka yang sama. Jika cinta mampu menawarkan bahagia, maka jangan lupa ia juga mampu memberi air mata. Untuk setiap luka tercipta, akan menyisahkan penyesalan dan air mata. Tak ada yang ingin terluka, tetapi jalan hidup harus melewati segala hal termasuk luka hati.

Mencintaimu bukan untuk sebuah luka, tetapi untuk sebuah harapan. Harapan dimana aku meletakkan kebahagiaan. Meskipun pada akhirnya aku menyadari bahwa tak seharusnya bahagiaku hanya tentangmu, yang seharusnya adalah aku menyisahkan sedikit saja kebahagiaan untuk diriku sendiri. Sehingga ketika aku terluka, aku masih memiliki harapan dari sisa kebahagiaan itu.

Jika membencimu hanya menambah luka, maka aku memilih untuk memaafkanmu. Orang yang meminta maaf tidak akan menjadi rendah, dan orang yang memaafkan jauh lebih mulia. Jika maaf itu tak terucap darimu, maka akulah yang memaafkanmu terlebih dahulu.

Cinta memang seharusnya begini, ketika takdir tak berpihak pada cinta maka memaafkan adalah yang terbaik. Bukan tentang seberapa dalam luka yang diberikan, tetapi tentang seberapa besar hati mampu memahami bahwa ada hal yang memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Dan tentang kita, biarlah aku memaafkanmu agar hatiku juga terbebas dari luka. Aku juga ingin bahagia, meski bukan bersamamu, meski harus sendiri, aku tetap ingin bahagia.

Jika Membencimu Hanya Menambah Luka, Maka Aku Memilih Untuk Memaafkanmu Jika Membencimu Hanya Menambah Luka, Maka Aku Memilih Untuk Memaafkanmu Reviewed by slazhpardede on August 15, 2016 Rating: 5