Kekasihku yang Jauh Di Surga, Tidakkah Disana Kau Merindukanku?


Tak ada yang lebih menyakitkan dari kehilangan yang benar-benar hilang untuk selamanya. Saat mata tak lagi dapat melihatmu, saat tangan tak lagi dapat menyentuhmu, aku sangat merindukanmu. Meninggalkanku untuk selamanya, tidakkah kau merindukanku disana?



Takdir, sesuatu yang tidak bisa ditolak. Ketika takdir membawamu pergi untuk selamanya, yang bisa kulakukan hanyalah menerima dengan ikhlas. Meskipun air mata belum cukup untuk mengungkapkan kesedihanku, aku tetap harus ikhlas. Meskipun duka ini sangat dalam, aku tetap harus menerimanya.

Mulai saat ini, rinduku hanya bisa sebatas batu nisan. Melihat ukiran namamu disana mungkin akan menjadi obat pelepas rindu. Aku merindukanmu, aku rindu melihat senyumanmu, aku rindu mendengar suaramu. Terkadang aku berpikir, apakah kau melihatku saat ini? Apakah kau lihat aku masih saja menangisi kepergiaanmu? Aku terlihat seperti orang bodoh saat ini.

Mulai saat ini, aku hanya bisa berbicara denganmu lewat doa. Berharap Sang Pemilik Hidup menyampaikannya padamu. Jika takdir tak mengizinkan kita bersama, semoga aku tetap bisa bahagia. Jika kau mendengar rinduku, maka hadirlah dalam mimpiku agar aku tahu bahwa kamu juga merindukanku.

Dan jika pada akhirnya aku menemukan bahagiaku, tenang dan damailah disana. Seperti indahnya tempatmu disana saat ini, seperti itulah indahnya tempatmu dihatiku selamanya. Jika mereka berkata cinta sejati akan selalu menemukan jalannya untuk hidup bersama, maka cinta sejatiku telah menemukan jalannya untuk hidup selamanya disurga. 

Kekasihku yang Jauh Di Surga, Tidakkah Disana Kau Merindukanku? Kekasihku yang Jauh Di Surga, Tidakkah Disana Kau Merindukanku? Reviewed by slazhpardede on August 08, 2016 Rating: 5