Ketika Cinta Terhalang Cita-Cita, Haruskah Aku Mengalah?


Kita terlahir dengan sejuta impian, aku dan kamu juga memiliki impian. Ketika aku dan kamu menjadi kita, impian sederhanaku adalah hidup bersamamu. Cinta memberiku harapan bahwa ada seseorang yang tercipta untukku. Meskipun masa lalu tak lantas membuatku percaya akan cinta sejati, tapi setidaknya hadirmu mampu memberiku harapan itu.



Bukan hal yang mudah untuk bangkit dari keterpurukan karena cinta. Ketika cinta yang kau yakini harus berakhir dengan luka, percayalah tidak ada lagi alasan untuk mempercayai cinta. Namun terkadang cinta jugalah yang mampu menyelamatkanmu, entah ini yang namanya harapan atau tidak, tetapi nyatanya cinta itu mampu menghidupkan hati yang telah lama ku kubur mati.

Impianku cukup sederhana, tak ingin berakhir dengan kisah yang sama. Impianku sesederhana itu, hanya ingin hidup bersamamu. Tapi ternyata impian kita berbeda. Saat kamu ada dalam bagian mimpi-mimpi sederhanaku, ternyata aku hanya ada dalam impian terakhirmu.

Pergilah, kejarlah mimpimu selagi masih ada waktu. Meskipun mencintaimu, aku tetap tak berhak menahanmu. Impianmu terlalu indah untuk ku gapai, waktumu terlalu berharga untuk ku miliki, dan hidupmu terlalu sulit untuk bersamaku. Aku hanyalah orang yang ingin memilikimu atas nama cinta. Ketika cinta terhalang cita-cita, haruskah aku mengalah? Ketika masa depan yang ku sediakan tak seindah yang kau harapkan, masihkah aku harus bertahan? Ketika citamu tak seindah cintaku, masihkah aku harus menunggumu?

Impianku hanya sesederhana itu, hidup bahagia bersamamu. Namun sepertinya takdir belum mampu memberiku impian itu. Aku masih harus menunggu, entah apa yang ku tunggu ini akan kembali atau bahkan melupakanku dan tak akan pernah kembali, aku tak tahu. Aku tak pernah tahu sampai kapan aku mampu menunggu. Mungkin memang benar, tak seharusnya aku percaya tentang cinta. Karena pada akhirnya luka itu selalu ada.

Pergilah, kejarlah mimpimu, doaku selalu bersamamu. Semoga kau berakhir dimimpi indahmu. Dan jika kelak kau kembali, ingatkan aku bahwa dulu aku pernah bermimpi untuk hidup bersamamu.

Ketika Cinta Terhalang Cita-Cita, Haruskah Aku Mengalah? Ketika Cinta Terhalang Cita-Cita, Haruskah Aku Mengalah? Reviewed by slazhpardede on August 05, 2016 Rating: 5