Lebih Baik Jomblo Tapi Hidup Tenang Daripada Punya Pacar Tapi Galau Berkepanjangan


Cinta selalu menjadi episode terpanjang dalam hidup. Ia selalu menawarkan warna baru pada hidup setiap orang. Ada kebahagiaan dan ada juga kesedihan, cinta selalu memberi rasa yang tak terduga. Terkadang tidak seperti yang diharapkan tetapi terkadang juga lebih dari apa yang diharapkan. Awal dan akhir selalu memberi kejutan, dan takdir turut serta mengambil peran untuk menentukan akhirnya.

Mencintai mengajarkan kita untuk mampu menerima seseorang tanpa harus mengubahnya menjadi seperti yang kita inginkan. Dicintai mengajarkan kita untuk menyadari bahwa kita ternyata bisa menjadi sumber kebahagiaan seseorang. Mencintai sekaligus dicintai adalah akhir yang paling indah dalam setiap kisah cinta.



Jatuh cinta terkadang hanya membahagiakan diawal saja. Ketika rasa itu masih segar, semua terasa sangat indah. Namun ternyata rasa juga memiliki batasnya, akan ada saatnya rasa itu hilang ketika cinta yang diberi berbalas dengan keangkuhan, kekecewaan, ketidakjujuran atau bahkan pengkhianatan. Tidak ada jaminan cinta mampu membuatmu bertahan dengan segala keadaan yang mengecewakan. Terkadang ada saatnya hati menyerah dan memilih pergi.

Tetapi terkadang juga cinta memilih untuk bertahan dengan segala alasan yang mengatasnamakan cinta. Entah itu masih bisa disebut cinta ataukah hanya sebuah ketakukan untuk melepaskan atau mungkin sebuah ketidaksiapan dengan kesendirian. Apapun alasannya, bertahan dalam keadaan yang menyedihkan itu berarti memberikan luka dengan suka rela pada hatimu sendiri. Bagaimana bisa kamu mencintai orang lain dengan menyakiti diri sendiri? 

Jika bersama hanya akan memberi air mata, kenapa takut untuk sendiri? Dia bukanlah satu-satunya sumber kebahagiaan dalam hidupmu. Kalau saja kamu memahami bahwa kebahagiaan itu hanya ada jika kamu mengizinkan dirimu untuk bahagia. Kamu mungkin tak akan rela menyakiti hatimu sendiri untuk seseorang yang bahkan mengabaikan cintamu. Bagaimana bisa kamu memilih untuk bertahan dalam hubungan yang tidak pernah memberimu kebahagiaan? Tidakkah hidupmu terlalu berharga untuk dihabiskan dengan kesedihan?

Tidak ada yang salah dengan kesendirian, jika itu menenangkan kenapa harus memaksakan diri bergelut dengan kegalauan. Hidup hanya sekali, jika kita tidak bahagia masihkan hidup ini berarti? Jangan pernah berpikir status 'jomblo' itu adalah sesuatu yang hina. Jika 'berpacaran' hanya memberikan luka, sesungguhnya jomblo itu jauh lebih terhormat. Karena dia paham bahwa ada saatnya kita memberi waktu untuk mengistirahatkan hati karena terlalu lelah mencintai.

Lebih Baik Jomblo Tapi Hidup Tenang Daripada Punya Pacar Tapi Galau Berkepanjangan Lebih Baik Jomblo Tapi Hidup Tenang Daripada Punya Pacar Tapi Galau Berkepanjangan Reviewed by slazhpardede on August 02, 2016 Rating: 5