Masih Ingin Bermain Dengan Hati? Jangan Lupa, Nanti Kamu Juga Butuh Hati Untuk Dicintai Loh !


Tidak ada yang bisa menebak kapan dan bagaimana kita jatuh cinta. Rasa itu bisa datang kapan saja, entah berawal dari mana dan berakhir dimana pun kita tidak tahu. Hidup selalu penuh kejutan, salah satunya adalah tentang cinta. Ada yang bilang, lebih baik dicintai daripada mencintai. Mengingat bagaimana lelahnya berjuang untuk sebuah rasa yang kita punya, mungkin dicintai itu lebih baik. Berharap menerima cinta bisa membuat kita jatuh cinta, tapi terkadang itu tidak adil. Jika pada akhirnya rasa itu tak pernah ada, maka yang mencintai hanya akan kecewa. Seakan itu adalah balasan dari apa yang kita rasakan ketika cinta tak jua berbalas, adilkah? Dia yang tulus mencintai harus merasakan kecewa hanya karena sebuah keegoisan, ego yang mengharapkan cinta tanpa mampu mencintai.



Pada akhirnya hati tak bisa dipaksakan. Ia tidak akan dengan mudahnya jatuh pada seseorang yang mencintai. Meskipun cinta itu jujur, setia dan tulus, jika bukan takdirnya hati akan tetap mencari orang lain. Dan kamu tidak berhak bermain dengan hati. Jika memang dia yang mencintaimu tidak memiliki tempat dihatimu, maka jangan biarkan dia berharap tempat itu akan jadi miliknya. Jangan memberi kesempatan untuk lebih menyakitinya. Jangan pula memberi kesempatan pada dirimu untuk menerima cinta yang bukan hakmu. Dia dan cintanya berhak mendapatkan hati yang layak untuk dia cintai.

Jangan bermain dengan hati, karena pada akhirnya kamu juga membutuhkan hati untuk dicintai. Tidak ada hati yang mengharapkan cinta palsu. Semuanya mengharapkan sebuah ketulusan. Tuluslah ketika cintamu memang menginginkan hatinya. Tegaslah jika memang bukan dia orangnya.

Hanya karena kamu kesepian, bukan berarti kamu bisa bermain hati dengan dia yang datang menawarkan cinta. Terimalah jika memang hatimu mampu menerimanya. Dia datang dengan senyuman, jika pada akhirnya kamu hanya memberikan luka, baiklah dia segera pergi meski dengan air mata. Hanya karena kamu pernah kecewa, bukan berarti kamu berhak mengecewakan dia yang datang menawarkan harapan. Dia datang bukan untuk kecewa meskipun dia paham bahwa harapan akan selalu berdampingan dengan rasa kecewa.

Jika kamu mengharapkan hati yang tulus, maka pantaskanlah hatimu untuk dicintai. Hati bukan permainan yang kapan saja bisa kamu mainkan. Hati adalah tempat dimana cinta bernaung. Mencintailah dengan tulus, meskipun pada akhirnya kecewa, tetaplah terima dengan hati yang tulus. Karena kelak ketulusan hatimu juga yang akan menemukan hati yang layak untuk kamu cintai.

Masih Ingin Bermain Dengan Hati? Jangan Lupa, Nanti Kamu Juga Butuh Hati Untuk Dicintai Loh ! Masih Ingin Bermain Dengan Hati? Jangan Lupa, Nanti Kamu Juga Butuh Hati Untuk Dicintai Loh ! Reviewed by slazhpardede on August 03, 2016 Rating: 5