Memberikan Hati Kepada Seseorang Yang Mengharapkan Orang Lain, Haruskah Aku Melepasnya?


Mungkin memang aku yang terlalu memaksakan diri untuk meyakini bahwa cinta bisa saja tumbuh karena terbiasa. Namun nyatanya jika hati sudah menentukan pemiliknya, terbiasa bersama pun tidak akan menghadirkan cinta. Hati tidak akan semudah itu menukar pemiliknya, karena ketika dia memberikan sepenuhnya cinta tidak ada tempat untuk orang lain.



Namun memberikan hati kepada seseorang yang mengharapkan orang lain, bukanlah hal yang mudah untuk diterima. Hatiku memilihmu namun aku tak pernah menjadi pilihanmu. Terkadang ingin melepaskan, namun hati tak akan semudah itu menerima, ingin bertahan hati juga tak sekuat itu menahan. 

Bersama namun serasa terpisah, memeluk namun serasa tangan tak mampu menjangkau. Entah ini masih bisa ku sebut cinta, nyatanya bersamamu hanya mampu membuatku seakan bahagia dimata mereka, tidak bagiku terlebih bagi dirimu sendiri. Apakah aku yang terlalu kejam ataukah kamu yang membuatku menjadi seseorang yang menyedihkan?

Memberikan dirimu untuk cintaku namun tidak dengan hatimu, dan bodohnya aku memaksakan diri menerimanya. Merasa hebat dengan cinta yang ku punya, nyatanya akulah yang paling lemah. Menggantungkan harapan pada seseorang yang sebenarnya tidak bersedia memberikan harapan itu. Aku terlalu memaksakan diri untuk terus bersamamu.

Satu-satunya hal terbaik yang seharusnya aku lakukan adalah melepasmu. Membebaskanmu dari beban cinta yang ku berikan. Membebaskanmu memilih hati yang akan kamu datangi. Seharusnya seperti itu, namun aku tak sanggup menahan luka. Haruskah aku terluka agar semua baik-baik saja? Haruskah aku memenangkan ego dan mengorbankan orang lain? Haruskah aku menyerah?

Mungkin memang aku harus menyerah dan melepaskanmu. Karena cinta tidak akan pernah menjadi cinta ketika ia hanyalah sebuah rasa yang dipaksakan.
Memberikan Hati Kepada Seseorang Yang Mengharapkan Orang Lain, Haruskah Aku Melepasnya? Memberikan Hati Kepada Seseorang Yang Mengharapkan Orang Lain, Haruskah Aku Melepasnya? Reviewed by slazhpardede on September 19, 2016 Rating: 5