Ketika Hadirku Hanyalah Hiburan Maka Pergiku Adalah Kebaikan


Terkadang waktu tidak bersahabat dengan sebuah rasa. Saat aku menyebutnya cinta, kamu menamainya hiburan. Ketika hadirku tepat disaat kamu sedang kehilangan, maka aku mencintai ketidaksiapan hati. Menyambutku dengan sedikit harapan, namun perlahan meninggalkanku setelah kepulihan. Menjadikanku obat untuk membalut luka kehilangan, namun mengabaikan rasa yang kau tinggalkan.


Sesaat memberi kebahagiaan dan sekejap memberi harapan. Meninggalkan ketidakpastian yang pada akhirnya menjadi kekecewaan. Berharap hadirku mampu mengisi kekosongan, namun nyatanya masih saja mencari kenyamanan. 

Tak ada yang mampu melawan rasa, ketika keadaan membuatku jatuh cinta, ketika harapan membuatku bahagia, seharusnya luka membuatku membuka mata. Ada rasa yang hanya sesaat membahagiakan namun selamanya menyakitkan. Ketika kata tak mampu menjelaskan, maka seharusnya hati berusaha melupakan.

Akan ada saatnya kamu mencintai seseorang yang tidak akan pernah bisa kamu miliki. Tetapi bersamanya adalah sesuatu hal yang tidak akan pernah bisa kamu lupakan.

Ketika hadirku hanyalah hiburan maka pergiku adalah kebaikan. Bertahan dengan hubungan yang dimulai dengan keterpaksaan adalah awal dari kehancuran. Terpaksa bersama karena sendiri itu menyakitkan. Terpaksa menerima karena luka kehilangan itu masih mengecewakan. Dan aku terpaksa meninggalkan karena mencintai ketidakjujuran itu sungguh menyakitkan.


Ketika Hadirku Hanyalah Hiburan Maka Pergiku Adalah Kebaikan Ketika Hadirku Hanyalah Hiburan Maka Pergiku Adalah Kebaikan Reviewed by slazhpardede on December 17, 2016 Rating: 5